Ilmu budaya dasar, salah satu mata kuliah softskill yang saya dapatkan di semester pertama sebagai mahasiswi gunadarma jurusan psikologi. Sempat terbesit difikiran saya "ilmu budaya dasar tuh seni budaya di sma bukan, ya?" "mengapa jurusan psikologi harus belajar ilmu budaya?" Sempat ingin bertanya di kelas, tetapi belum sempat bertanya ternyata ini menjadi tugas saya sekarang untuk mencari tahu mengapa jurusan psikologi harus mempelajari mata kuliah ini.

         Menurut ahli Edward Burnett Tylor, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Dari definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu budaya dasar adalah kajian ilmu kompleks tentang banyak hal yang berhubungan dengan kehidupan manusia dalam masyarakat. Setelah mengetahui definisi tersebut, tentu kita akan paham mengapa jurusan psikologi mendapat mata kuliah ini. Psikologi sendiri terdiri dari kata psycho yang artinya jiwa, dan logos yang artinya ilmu. Artinya, psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa manusia melalui perilakunya. Melalui pemberian mata kuliah IBD, tentu hal ini akan sangat membantu mahasiswa dari jurusan psikologi karena keduanya sama sama mempelajari manusia dari sudut pandang yang berbeda. 



            Kebudayaan dan psikologi adalah dua hal yang saling mempengaruhi. Kebudayaan terbentuk melalui perilaku, cara pandang, dan pola pikir manusia sedangkan ketiga point tersebut memiliki kaitan erat dengan psikologi. Hal ini menjadikan kebudayaan dan psikologi disebut dwitunggal, yaitu pasangan yang sangat erat dan kokoh antara dua hal. seperti kebudayaan dan manusia, manusia menciptakan kebudayaan itu sendiri dan kebudayaan itu tercipta oleh karena adanya manusia. Manusia memegang peranan penting, karena dari mereka lah kebudayaan bisa terus berkembang dan menjadi turun temurun. Kendati demikian, kedua hal ini tentu memiliki perbedaan. Ilmu budaya dasar bertujuan untuk membentuk pola pikir masyarakat, khususnya yang berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. Sedangkan psikologi bertujuan untuk memperbaiki dan meluruskan pola pikir dan persepsi masyarakat yang dianggap menyimpang, agar kedepannya persepsi tersebut tidak menjadi budaya yang salah dan tidak sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku.

Kesimpulan
Ilmu budaya dasar dan psikologi adalah ilmu yang dwitunggal, yaitu pasangan yang sangat erat dan kokoh antara dua hal. Dengan kata lain, manusia yang menciptakan kebudayaan itu sendiri dan kebudayaan itu tercipta oleh karena adanya manusia. Keduanya memang sama sama mempelajari tentang manusia, perbedaannya adalah IBD membentuk persepsi masyarakat agar menghasilkan kebudayaan yang sesuai dengan norma, dan psikologi memperbaiki atau meluruskan persepsi masyarakat yang dianggap menyimpang agar tidak menjadi kebiasaan yang turun temurun.

referensi:
http://mulfals.blogspot.com/2015/03/definisi-ilmu-budaya-dasar.html?m=1

Nama : Jesica Haryono
NPM   : 13516706