Resensi Drama Korea Good Doctor
|
judul
|
Good
Doctor
|
|
genre
|
|
|
Penulis
|
Park
Jae-bum
|
|
Sutradara
|
Ki Min-soo
Kim Jin-woo |
|
Negara
|
|
|
Bahasa
|
|
|
Jumlah episode
|
20
|
|
pemain
|
· Joo Won
sebagai Park Shi Ohn
· Choi Ro Woon
sebagai anak Shi Ohn
· Moon Chae
Won sebagai Cha Yoon Seo
· Joo Sang
Wook sebagai Kim Do Han
· Kim Min Seo
sebagai Yoo Chae Kyung
|
SINOPSIS
Park Shi-on adalah seorang pria dengan autistic
savant yang memiliki kejeniusan dalam bidang kedokteran. Namun, karena memiliki
mental yang setara dengan anak usia 10 tahun, banyak pihak yang meragukan
kemampuannya. Akhirnya ia diberikan waktu 6 bulan oleh sebuah rumah sakit untuk
membuktikan keahliannya sebagai dokter khusus bedah anak-anak.
Selama masa percobaan itu, Park Shi-on
mendapatkan banyak hal yang mengubah dirinya. Ia pun mengerti bahwa menjadi
dokter bukan hanya sekadar mengoperasi pasien atau menyembuhkan pasien, tetapi
juga tentang kerja sama dan membangun hubungan baik dengan orang-orang di dalam
rumah sakit.
RESENSI
Film ini menjelaskan tentang bagaimana seorang
dokter yang bernama Park Shi-on, seorang penderita savant syndrome bisa
bertahan dalam keadaan yang penuh tekanan. Savant syndrome sendiri adalah kondisi seseorang yang mampu memperlihatkan kapasitas yang ajaib dan
mendalam atau kemampuan yang jauh melebihi batas normal. Dalam kasus ini, Dr.
Park memiliki kemampuan menghafal yang sangat diatas rata-rata dan mampu
membayangkan sesuatu dalam pikirannya dalam bentuk 3D. Perjalanan hidupnya
tidak mudah, saat kecil Dr. Park sudah diperlakukan buruk oleh teman temannya,
belum lagi ayahnya selalu memukuli ia dan ibunya karena keterbatasan yang
dimiliki Dr. Park. Hanya kakak dan ibunya saja yang waktu itu sangat menyayangi
park kecil. Sampai pada suatu hari, kakaknya meninggal karena menerima
tantangan dari temannya Park kecil. Ibu nya pun meninggalkan dia, dan akhirnya
Park ditempatkan di panti asuhan dan dirawat oleh seorang dokter, yaitu Dr.
Lee.
Tahun demi tahun berganti, sampai
akhirnya Park Shi-on bisa menjadi seorang dokter, cita citanya semenjak
kecil. Ketika memasuki tahun residen (pendidikan dokter spesialis) ia ditempatkan
di departemen bedah anak. Tidak mudah baginya untuk menjalani hari harinya
disana, karena ia seorang yang ‘istimewa’. Dalam waktu 6 bulan, ia harus
meyakinkan banyak orang bahwa seorang yang ‘istimewa’ pun bisa menjadi dokter.
Penolakan, intimidasi, tekanan dari berbagai pihak, bahkan tak sedikit yang
ingin menurunkan posisinya harus senantiasa dihadapinya. Ia pun harus
berhadapan dengan dirinya sendiri. Ia harus belajar bagaimana bekerja sama,
menjadi dewasa, mengambil keputusan dengan cepat, dan menjadi dokter seutuhnya.
Meskipun perjalanannya tak mudah, hal ini tetap ia lakukan karena kecintaannya
terhadap anak anak yang menurutnya tidak ada seorang pun anak yang boleh sakit.
KELEBIHAN FILM
Y
Film ini mengajarkan bahwa seorang yang
‘istimewa’ pun bisa hidup seperti manusia normal pada umumnya jika memiliki
keinginan yang kuat
Y
Film ini mengajarkan kita bahwa tidak selmanya
tekanan dalam bekerja merupakan sesuatu yang buruk, justru itu adalah cara
melatih kemampuan yang kita miliki. Kita pun diajarkan bagaimana untuk tetap
survive dan rendah hati pada siapapun.
Y
Menarik, penggambaran medis terlihat sangat
nyata seakan akan kita melihat langsung
Y
Ceritanya termasuk ringan biarpun banyak
membicarakan hal medis karena masih ada unsur comedy dan sedikit romance yang
tidak berlebihan
Y
Banyak memberikan pengetahuan mengenai dunia
medis.
KEKURANGAN FILM
Y
Didalam film ini, terdapat konflik bisnis pada
rumah sakit tempat Dr. Park Shi-on bekerja. Kurangnya penjelasan diawal
mengenai konflk ini menyebabkan penonton bingung dan sedikit bosan karena
durasi dalam satu episode cukup lama
