Pada dasarnya manusia selalu ingin tahu terhadap apa yang dirasakan dan dialami dalam kehidupannya. Rasa ingin tahu inilah yang pada akhirnya membuat manusia berusaha mencari metode untuk mengetahui permasalahan yang dihadapinya agar kepuasan terhadap keingin tahuannya itu terpenuhi. Dimulai dari manusia yang awalnya memperhatikan fenomena yang terjadi di alam, mereka kemudian mencatat dan mempelajarinya. Seiring bertambahnya waktu dan berkembangnya daya pikir manusia, mereka melakukan eksperimen sehingga dihasilkan pengetahuan baru. Disaat mereka mampu memadukan eksperimen dengan kemampuan nalar mereka, itulah saat dimana ilmu pengetahuan alam (IPA) lahir.
H. ABAU AHMADI dan  A. SUPATMO dalam buku SAP Ilmu Alamiah Dasar, menyatakan Ilmu Alamiah atau sering disebut IPA yaitu suatu  pengetahuan teori yang diperoleh/disusun dengan cara yang khas- khusus, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan,  penyusunan teori, eksperimentasi,  observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain. Sedangkan H. W. Fowler berpendapat bahwa Ilmu Alamiah atau biasa disebut IPA yaitu ilmu yang sistimatis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan  gejala-gejala kebendaan dan  didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi, yang berarti  bahwa Ilmu Alamiah perlu dikaji pula dengan cara sistematis, atau dengan cara ilmu pasti, sehingga dapat menyimpulkan suatu konsep secara sistematis, dan terperinci. 
Hal ini dapat disimpulkan menjadi satu definisi bahwa ilmu alamiah dasar (IAD) adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. 
Ilmu alam
 Ilmu Pengetahuan Alam, natural science, sains 
-. Mengkaji gejala alam semesta sehingga  terbentuk konsep dan prinsip
 Ilmu Alamiah Dasar
-. Pengetahuan tentang konsep-konsep dasar yang ada dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi
-. Bukan suatu disiplin ilmu

Ruang lingkup IAD:
  1. Kelahiran alam semesta
A. Teori terbentuknya alam semesta 
  • Teori ledakan 
Teori ledakan ini bertolak dan adanya suatu massa dan 
berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebat 
karena adanya reaksi inti. Massa itu kemudian berserakan 
mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat 
ledakan.
  • Teori ekspansi dan kontraksi 
Teori ini berlandaskan pikiran bahwa ada suatu siklus dan alam semesta, yaitu “masa ekspansi ” dan “masa kontraksi” di
duga bahwa siklus ini berlangsung dalam 
waktu 30.000 juta tahun. 

B. Tata surya 
Surya adalah kata lain dari matahari. Tata surya berarti adanya suatu organisasi teratur pada matahari
Hipotesis pembentukan tata surya: 
  • hipotesis nebular
  • Hipotesis plenetesimal
  • Teori tidal

C. Bumi
Teori pembentukan bumi:
  • Teori chamberlain dan multon
  • Teori jean dan jefreys
  • teori kant laplace

D. Asal mula kehidupan di bumi 

1.) Generation Spontaniea 
Makhluk hidup terjadi secara spontan. 

2.) Cosmozoa
Manusia berasal dari luar angkasa. 

3.) Omne Vivum ex Ovo 
Makhluk hidup berasal dari makhluk sebelumnya. 

4.)Omne Ovum ex Vivo 
Makhluk hidup berasal dari makhluk sebelumnya