Kamis, 07 November 2019

Hasil gambar untuk data and memory animation
(source: Google)

Data memiliki kaitan yang sangat erat dengan informasi karena sekumpulan data akan membentuk sebuah informasi. Oleh sebab itu, perlu diluruskan bahwa istilah data berbeda dengan informasi karena sering kali masyarakat tertukar dalam menggunakan kedua istilah tersebut (Sutabri, 2012). Menurut Kadir (2007) data adalah fakta mengenai objek, orang, dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka, deretan, karakter, atau simbol). Sejumlah penulis menggunakan data untuk menyatakan nilai yang secara aktual terkandung dalam basis data sedangkan informasi digunakan untuk menyatakan makna nilai ketika dipahami oleh pengguna.
Secara tradisional, menurut Kadir (2007) data diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri atas:
1. Elemen Data
Yaitu satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit yang bermakna. Contoh elemen adalah seperti nama, alamat, kota tempat tinggal. Istilah lain untuk elemen adalah field, kolom, aitem
2. Rekaman
Yaitu gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Contoh rekaman adalah nama, alamat, kota tempat tinggal dapat dihimpun dalam sebuah rekaman. Rekaman bisa juga disebut dengan baris atau tupel
3. Berkas
Yaitu himpunan rekaman bertipe sama untuk membentuk berkas.

Hasil gambar untuk data hierarchy bit byte
source: Google

Menurut Fransisca (2019) hierarki data terbagi menjadi enam dengan urutan dari yang terkecil sampai terbesar, yaitu:
  1. Bit
  2. Byte
  3. Field
  4. Record
  5. File
  6. Database


Semua data dari yang paling kecil tersebut nantinya akan diproses hingga menjadi sebuah database. Unit paling kecil dalam suatu database adalah bit, bit ini sebenarnya adalah singkatan dari binary. Binary atau angka biner hanya terdiri dari 1 dan 0. Angka biner ini yang jika digabungkan menjadi delapan digit akan bisa mengidentifikasi sesuatu, baik angka, huruf, maupun simbol. Delapan angka biner ini jika dikelompokkan disebut dengan byte.

Hasil gambar untuk sasd memory
source: Google

Kumpulan data, terutama data yang dibutuhkan tentu saja perlu disimpan agar bisa diakses kembali. Dalam komputer, memori merupakan tempat menyimpan data tersebut. Dalam sistem komputer, terdapat dua buah jenis memori yaitu memori utama atau primary memory dan memori sekunder atau secondary memory. Secara definisi, secondary memory adalah penyimpanan data yang relative mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama diluar CPU maupun penyimpanan primer. Informasi yang disimpan dapat diambil dan ditrasfer pada CPU pada saat diperlukan (Suyanto, 2005)

Jenis memori sekunder berdasarkan teknik pengaksesan menurut Dwi, Hutauruk, dkk (2005) yaitu:
1. Squential Access Storage Device (SASD)
Yaitu memori yang pengaksesannya harus dilakukan secara urut. Kelebihan dari SASD adalah kapasitas data yang ditampung lebih besar dan harga per bit informasi yang direkam lebih murah, sayangnya kecepatannya lebih lambat. Contoh SASD: magnetic tape, punch card, paper tape
2. Direct Access Storage Device (DASD)
Yaitu memori yang dapat diakses langsung sesuai posisinya. Keunggulan dan kekurangan DASD hampir sama dengan SASD, yang membedakan hanyalah teknik untuk mengakses data. Contoh DASD adalah magnetic disk dan flash memory.

Hasil gambar untuk data processing
source: Google

Data yang sudah disimpan tentu memiliki tujuan agar data tersebut bisa diproses saat dibutuhkan. Menurut Krismiaji (2002) metode pengolahan data terdiri dari:
1. Pemrosesan Batch
Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut.
Penggunaan Umum Batch Processing :
  1. Pengolahan data - Jadwal batch pengolahan khas termasuk akhir hari-pelapor (EOD).
  2. Percetakan - Sebuah prosedur batch processing populer komputerisasi sedang mencetak.
  3. Database - Batch processing juga digunakan untuk update database massal yang efisien dan pengolahan transaksi otomatis, sebagai kontras dengan proses transaksi interaktif online (OLTP) aplikasi.


2. Pemrosesan Online
Yaitu sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Salah satu contohnya adalah data pengolahan online.
Kerugian penggunaan Online Processing :
  1. Membutuhkan peralatan yang lebih mahal.
  2. Tidak dapat menggunakan batch kontrol.

3. Pemrosesan Real Time
Sistem realtime adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer berespon cepat pada status sistem fisik. Sistem realtime adalah bentuk khusus dari sistem online. Sistem online menyediakan sumber daya konseptualtersebut dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik. Suatu sistem dikatakan real time jika dia tidak hanya mengutamakan ketepatan pelaksanaan instruksi/tugas, tapi juga interval waktu tugas tersebut dilakukan. Dengan kata lain, sistem real time adalah sistem yang menggunakan deadline, yaitu pekerjaan harus selesai jangka waktu tertentu. Sementara itu, sistem yang tidak real time adalah sistem dimana tidak ada deadline, walaupun tentunya respons yang cepat atau performa yang tinggi tetap diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA
Sutabri, T. (2012). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET.
Kadir, A. (2007). Konsep dan Tuntutan Praktis Basis Data. Yogyakarta: CV. Andi Offset
Fransisca. (2019). Hirarki Data, diakses pada Rabu, 6 November 2019 Pukul 18.30 WIB di https://sis.binus.ac.id/2019/05/27/hirarki-data/
Ariyus, D., & Pangera, A.A.. (2005). Sistem Operasi. Yogyakarta: Penerbit Andi
Suyanto, M. (2005). Pengantar Teknologi Informasi untuk Bisnis. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Veni Vidi Vici . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates