#SIP More to Know About Data

(source: Google)
Data memiliki kaitan yang sangat erat
dengan informasi karena sekumpulan data akan membentuk sebuah informasi. Oleh
sebab itu, perlu diluruskan bahwa istilah data berbeda dengan informasi karena
sering kali masyarakat tertukar dalam menggunakan kedua istilah tersebut
(Sutabri, 2012). Menurut Kadir (2007) data adalah fakta mengenai objek, orang,
dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka, deretan, karakter, atau
simbol). Sejumlah penulis menggunakan data untuk menyatakan nilai yang secara
aktual terkandung dalam basis data sedangkan informasi digunakan untuk
menyatakan makna nilai ketika dipahami oleh pengguna.
Secara tradisional, menurut Kadir (2007)
data diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri atas:
1. Elemen Data
Yaitu satuan data terkecil yang tidak
dapat dipecah lagi menjadi unit yang bermakna. Contoh elemen adalah seperti
nama, alamat, kota tempat tinggal. Istilah lain untuk elemen adalah field,
kolom, aitem
2. Rekaman
Yaitu gabungan sejumlah elemen data
yang saling terkait. Contoh rekaman adalah nama, alamat, kota tempat tinggal
dapat dihimpun dalam sebuah rekaman. Rekaman bisa juga disebut dengan baris atau
tupel
3. Berkas
Yaitu himpunan rekaman bertipe sama
untuk membentuk berkas.
source: Google
Menurut Fransisca (2019) hierarki
data terbagi menjadi enam dengan urutan dari yang terkecil sampai terbesar,
yaitu:
- Bit
- Byte
- Field
- Record
- File
- Database
Semua data dari yang paling kecil
tersebut nantinya akan diproses hingga menjadi sebuah database. Unit
paling kecil dalam suatu database adalah bit, bit ini sebenarnya
adalah singkatan dari binary. Binary atau angka biner hanya
terdiri dari 1 dan 0. Angka biner ini yang jika digabungkan menjadi delapan
digit akan bisa mengidentifikasi sesuatu, baik angka, huruf, maupun simbol.
Delapan angka biner ini jika dikelompokkan disebut dengan byte.

source: Google
Kumpulan data, terutama data yang
dibutuhkan tentu saja perlu disimpan agar bisa diakses kembali. Dalam komputer,
memori merupakan tempat menyimpan data tersebut. Dalam sistem komputer,
terdapat dua buah jenis memori yaitu memori utama atau primary memory dan memori
sekunder atau secondary memory. Secara definisi, secondary memory adalah
penyimpanan data yang relative mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup
lama diluar CPU maupun penyimpanan primer. Informasi yang disimpan dapat
diambil dan ditrasfer pada CPU pada saat diperlukan (Suyanto, 2005)
Jenis memori sekunder berdasarkan
teknik pengaksesan menurut Dwi, Hutauruk, dkk (2005) yaitu:
1. Squential Access Storage Device (SASD)
Yaitu memori yang pengaksesannya
harus dilakukan secara urut. Kelebihan dari SASD adalah kapasitas data yang
ditampung lebih besar dan harga per bit informasi yang direkam lebih murah,
sayangnya kecepatannya lebih lambat. Contoh SASD: m agnetic tape, punch card, paper tape
2. Direct Access Storage Device (DASD)
Yaitu memori yang dapat diakses
langsung sesuai posisinya. Keunggulan dan kekurangan DASD hampir sama dengan
SASD, yang membedakan hanyalah teknik untuk mengakses data. Contoh DASD adalah
magnetic disk dan flash memory.

source: Google
Data yang sudah disimpan tentu
memiliki tujuan agar data tersebut bisa diproses saat dibutuhkan. Menurut Krismiaji
(2002) metode pengolahan data terdiri dari:
1. Pemrosesan Batch
Batch processing adalah suatu model
pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur
pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch
ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang
terdapat dalam batch tersebut.
Penggunaan Umum Batch Processing :
- Pengolahan data - Jadwal batch pengolahan khas termasuk akhir hari-pelapor (EOD).
- Percetakan - Sebuah prosedur batch processing populer komputerisasi sedang mencetak.
- Database - Batch processing juga digunakan untuk update database massal yang efisien dan pengolahan transaksi otomatis, sebagai kontras dengan proses transaksi interaktif online (OLTP) aplikasi.
2. Pemrosesan Online
Yaitu sistem yang mengaktifkan semua
periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk.
Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang
paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke
data induk. Salah satu contohnya adalah data pengolahan online.
Kerugian penggunaan Online Processing
:
- Membutuhkan peralatan yang lebih mahal.
- Tidak dapat menggunakan batch kontrol.
3. Pemrosesan Real Time
Sistem realtime adalah suatu sistem
yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer berespon
cepat pada status sistem fisik. Sistem realtime adalah bentuk khusus dari
sistem online. Sistem online menyediakan sumber daya konseptualtersebut dengan
menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik. Suatu sistem dikatakan real time jika
dia tidak hanya mengutamakan ketepatan pelaksanaan instruksi/tugas, tapi juga
interval waktu tugas tersebut dilakukan. Dengan kata lain, sistem real time
adalah sistem yang menggunakan deadline, yaitu pekerjaan harus selesai jangka
waktu tertentu. Sementara itu, sistem yang tidak real time adalah sistem dimana
tidak ada deadline, walaupun tentunya respons yang cepat atau performa yang
tinggi tetap diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Sutabri, T. (2012). Konsep Sistem
Informasi. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET.
Kadir, A. (2007). Konsep dan Tuntutan Praktis Basis Data. Yogyakarta: CV. Andi Offset
Fransisca. (2019). Hirarki Data, diakses pada Rabu, 6 November 2019 Pukul 18.30 WIB di https://sis.binus.ac.id/2019/05/27/hirarki-data/
Ariyus, D., & Pangera, A.A.. (2005). Sistem Operasi. Yogyakarta: Penerbit Andi
Suyanto, M. (2005). Pengantar Teknologi Informasi untuk Bisnis. Yogyakarta: Penerbit Andi.
