Analisa Jurnal "HUBUNGAN ANTARA SIMPTOM BORDERLINE PERSONALITY DAN KECANDUAN INTERNET: EFEK MEDIASI DARI PERMASALAHAN GANGGUAN MENTAL"
Judul
|
Hubungan
Antara Simptom Borderline Personality dan Kecanduan Internet: Efek Mediasi dari
Permasalahan Gangguan Mental
|
Jurnal
|
Journal
of Behavioral Addictions
|
Edisi
|
6(3),
pp. 434–441 (2017)
|
Tanggal Publikasi
|
25
Agustus 2017
|
Penulis
|
Wei-Hsin Lu, Kun-Hua Lee, Chih-Hung K,
Ray C. Hsiao, Huei-Fan Hu And Cheng-Fang Yen
|
1.
Tujuan:
Untuk mengetahui hubungan antara borderline personality syndrome dan
kecanduan internet, serta solusi bagi kedua permasalahan kesehatan mental
tersebut.
2.
Latar belakang:
Keberadaan internet sekarang ini sangat membantu
kehidupan masyarakat, seperti mempermudah untuk mencari informasi,
berkomunikasi, dan sebagai sarana hiburan. Meskipun sekarang ini internet mudah
diakses dan menghasilkan kenyamanan tersendiri bagi penggunanya, ternyata
keberadaan internet juga bisa menghasilkan pola perilaku maladaptif yang
mengarahkan penggunanya mengalami penurunan kualitas hidup, suasana hati yang
buruk, dan gangguan fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kasus ini, kalangan
mahasiswa menduduki posisi pertama penggunaan internet tertinggi dalam
kehidupan sehari-hari dengan waktu yang mereka habiskan rata-rata sebanyak 6
jam per hari. Tinggi nya angka tersebut dipicu oleh faktor usia mereka yang
sedang memasuki fase transisi dalam perkembangan dan juga mereka mempunyai
banyak akses yang dapat digunakan untuk memasuki dunia internet.
3.
Pengukuran:
Partisipan direkrut menggunakan iklan yang diposting
di sebuah website dengan taget mahasiswa berusia 20-30 tahun. Total partisipan
terdapat 500 mahasiswa (238 pria dan 262 wanita).
Skala pertama yang digunakan adalah Taiwanese version of the Borderline Symptom
List (BSL-23) yang berguna untuk menunjukan tingkat keparahan dari BPS. Alpha cronbach dari Taiwanese version of the BSL-23 adalah sebesar 93. Realiabilitas (Pearson’s r) adalah sebesar 71
(p<0.001). Skala kedua yang digunakan adalah Symptom Checklist-90-Revised Scale (SCL-90-R), yaitu skala yang
digunakan untuk mengukur tingkat keparahan dari permasalahan gangguan mental
partisipan, seperti sensitifitas interpersonal, depresi, kecemasan, dan
kebencian. Alpha cronbach dari empat
subskala dalam studi ini berkisar dari 76-89. Skala ketiga yang digunakan
adalah Chen Internet Addiction Scale
(CIAS), yaitu skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kecanduan internet
pada partisipan dalam kurun waktu sebulan selama masa studi. Reliabilitas
internal dari CIAS dalam studi kali ini bernilai 93.
4.
Prosedur dan analisa statistikal:
Peneliti pertama-tama menjelaskan prosedur dan metode
dalam menylesaikan kuesioner penelitian secara individual kepada partisipan.
Hasil dari kuesioner dikerjakan menggunakan IBM SPSS Amos 18.0 (SPSS Inc.,
Chicago, IL, USA). non-normed fit index
(NNFI), the comparative fit index
(CFI), incremental fit index (IFI), the root mean square error of approximation (RMSEA),
dan the standardized root mean square
residual (SRMR)
5. Hasil:
Hasil studi mengindikasikan bahwa terdapat korelasi signifikan antara variabel
terukur, kecuali usia. Korelasi tinggi antara sensitifitas interpersonal
depresi, kecemasan, dan kebencian (r = .61∼.84)
mengindikasikan bahwa keempat indikator dari gangguan mental tersebut sangat
interaktif. Tingkat keparahan dari BPS secara positif terasosiasi dengan
tingkat keparahan dari kecanduan internet, dan tingkat kecanduan internet
dimediasi oleh tingkat keparahan serta dengan gangguan mental. Kami mengunakan Sobel Test untuk mengidentifikasi
variabel kesehatan mental mana yang berperan paling kuat sebagai mediator
antara BSL dan kecanduan internet. Kami meemukan bahwa depresi memiliki peran
paling kuat sebagai mediator dengan kecanduan internet (t = 7.7999, p = 0),
diikuti dengan kecemasan (t = 7.15, p = 0), konflik interpersonal (t = 7.00, p
= 0), dan kebencian (t = 5.34, p = 0). Melalui analisa bootstrapping, kami menemukan standar efek total dari kecanduan
internet adalah sebesar 48.30%. standar efek langsung dari BSL dalam kesehatan
mental dan dalam kecanduan internet adalah sebesar 71.9% dan 20.3%. menggunakan
metode bias corrected percentile,
kami menemukan standar beban regresi dari BSL-kesehatan mental, kecanduan
internet-kesehatan mental, dan BSL-kecanduan internet adalah 0.719 (95% CI =
0.652–0.78), 0.22 (95% CI = 0.108–0.344), dan 0.203 (95% CI = 0.085–0.309).
6. Kesimpulan:
Studi ini menunjukkan hubungan
positif antara gejala BPD dan kecanduan internet serta efek mediasi masalah
kesehatan mental di antara mereka. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk
mengkonfirmasi generalisasi hasil dan hubungan sebab-akibat antara gejala BPD,
masalah kesehatan mental, dan kecanduan internet, serta untuk mengeksplorasi
efek mengelola masalah kesehatan mental pada orang-orang dengan gejala BPD yang
menderita kecanduan internet.
