Jumat, 11 Oktober 2019


Hasil gambar untuk computer and brain
 (source: Google)
Mendengar istilah arsitektur komputer, mungkin tidak semua orang mengetahui secara pasti apa yang dimaksud dengan arsitektur komputer. Lain hal nya dengan computer itu sendiri yang sudah pasti diketahui banyak orang mengingat komputer dan pirantinya telah melekat dengan kehidupan manusia. Menurut Hayati (2017) arsitektur komputer adalah atribut sistem yang visible untuk programmer atau dengan kata lain, atribut-atribut yang memiliki dampak langsung pada eksekusi logis suatu program. Contoh dari atribut itu sendiri meliputi set instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk mewakili berbagai jenis data (misal: angka dan karakter), mekanisme I/O (Input/Output), dan teknik untuk pengalamatan memori. Secara singkat, arsitektur komputer merupakan atribut sistem yang berfungsi untuk menjalankan atau memproses suatu program atau informasi.
            Sistem komputer merupakan sistem yang sangat kompleks dalam memproses informasi untuk menghasilkan output yang diharapkan. Kompleksitas proses tersebut sering menjadikan para psikolog kognitif menggunakan istilah ‘komputer’ sebagai analogi untuk menjelaskan hubungan antara kognisi dengan otak manusia (Bernard, Forsythe, & Goldsmith, 2006). komputer menyediakan sebuah model yang logis dan konkret tentang bagaimana informasi diolah dalam pikiran, sama seperti kerja otak manusia yang berkaitan dengan kognisi seseorang. Istilah kognisi berasal dari bahasa latin cognoscere yang artinya mengetahui. Secara definisi, kognisi adalah proses yang dilakukan untuk memproses informasi melalui aktivitas otak seperti mengingat, menganalisis, memahami, menilai, dan menalar (Reed, 2011). Definsi tersebut mencerminkan bahwa proses kognisi seseorang tidak bisa diukur dan diamati secara langsung karena berkaitan dengan proses berfikir seseorang, yang dapat diamati hanya kemampuan yang ditampilkan dari proses berfikir tersebut.
            Setelah mendefinisikan arsitektur komputer dan kognisi manusia, apakah teman-teman sudah bisa menemukan keterkaitan antar kedua nya? Yup, baik arsitektur komputer maupun kognisi manusia sama-sama memproses informasi melalui sistem yang sangat kompleks untuk menghasilkan output yang diharapkan. Seorang ilmuan yang bernama Herbert Simon pun telah mempelopori usaha membandingkan pikiran manusia dengan system pemrosesan computer dalam bukunya yang berjudul The Sciences of the Artificial. Dalam bukunya, Simon (1996) mengupayakan untuk membuat simulasi kognisi manusia dengan mengembangkan piranti computer agar bisa berproses seperti kerja otak. Salah satu bentuk hasil keilmuan antara arsitektur computer dan kognisi manusia adalah kecerdasan artifisial (artificial intelligence) yang dipelopori oleh Alan Turing tahun 1950-an. Pemanfaatan kecerdasan artifisial menurut Dahria (2008) digunakan dalam pengaplikasian komersial seperti pengenalan ucapan (speech recognition), robotika dan system sensor, dan intelligent computer-aided instruction atau computer untuk tutor mengajar. 


DAFTAR PUSTAKA
Hayati, N. (2017). Diktat Kuliah: Organisasi dan Arsitektur Komputer. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Bernard, M.L., Forsythe, C., & Goldstein, T.E. (2003). Cognitive System: Human Cognitive Models in Systems Design. United Kingdom, UK: Taylor Francis Publishing
Reed, S.K. (2011). Kognisi: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika
Simon, H.A. (1996). The Sciences of the Artificial. London: The MIT Press
Dahria, M. (2008). Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). JURNAL SAINTKOM Vol. 5, No. 2, Agustus 2008

Veni Vidi Vici . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates