#SIP Arsitektur Komputer dan Kognisi Manusia
(source: Google)
Mendengar istilah arsitektur komputer, mungkin tidak
semua orang mengetahui secara pasti apa yang dimaksud dengan arsitektur komputer.
Lain hal nya dengan computer itu sendiri yang sudah pasti diketahui banyak
orang mengingat komputer dan pirantinya telah melekat dengan kehidupan manusia.
Menurut Hayati (2017) arsitektur komputer adalah atribut sistem yang visible untuk programmer atau dengan
kata lain, atribut-atribut yang memiliki dampak langsung pada eksekusi logis
suatu program. Contoh dari atribut itu sendiri meliputi set instruksi, jumlah
bit yang digunakan untuk mewakili berbagai jenis data (misal: angka dan
karakter), mekanisme I/O (Input/Output),
dan teknik untuk pengalamatan memori. Secara singkat, arsitektur komputer merupakan
atribut sistem yang berfungsi untuk menjalankan atau memproses suatu program
atau informasi.
Sistem komputer merupakan
sistem yang sangat kompleks dalam memproses informasi untuk menghasilkan output yang diharapkan. Kompleksitas proses
tersebut sering menjadikan para psikolog kognitif menggunakan istilah ‘komputer’ sebagai analogi untuk
menjelaskan hubungan antara kognisi dengan otak manusia (Bernard, Forsythe,
& Goldsmith, 2006). komputer menyediakan sebuah model yang logis dan
konkret tentang bagaimana informasi diolah dalam pikiran, sama seperti kerja
otak manusia yang berkaitan dengan kognisi seseorang. Istilah
kognisi berasal dari bahasa latin cognoscere
yang artinya mengetahui. Secara definisi, kognisi adalah proses yang
dilakukan untuk memproses informasi melalui aktivitas otak seperti mengingat,
menganalisis, memahami, menilai, dan menalar (Reed, 2011). Definsi tersebut
mencerminkan bahwa proses kognisi seseorang tidak bisa diukur dan diamati
secara langsung karena berkaitan dengan proses berfikir seseorang, yang dapat
diamati hanya kemampuan yang ditampilkan dari proses berfikir tersebut.
Setelah
mendefinisikan arsitektur komputer dan kognisi manusia, apakah teman-teman
sudah bisa menemukan keterkaitan antar kedua nya? Yup, baik arsitektur komputer
maupun kognisi manusia sama-sama memproses informasi melalui sistem yang sangat
kompleks untuk menghasilkan output yang
diharapkan. Seorang ilmuan yang bernama Herbert Simon pun telah mempelopori
usaha membandingkan pikiran manusia dengan system pemrosesan computer dalam
bukunya yang berjudul The Sciences of the
Artificial. Dalam bukunya, Simon (1996) mengupayakan untuk membuat simulasi
kognisi manusia dengan mengembangkan piranti computer agar bisa berproses
seperti kerja otak. Salah satu bentuk hasil keilmuan antara arsitektur computer
dan kognisi manusia adalah kecerdasan artifisial (artificial intelligence) yang dipelopori oleh Alan Turing tahun
1950-an. Pemanfaatan kecerdasan artifisial menurut Dahria (2008) digunakan
dalam pengaplikasian komersial seperti pengenalan ucapan (speech recognition), robotika dan system sensor, dan intelligent computer-aided instruction atau
computer untuk tutor mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Hayati, N. (2017).
Diktat Kuliah: Organisasi dan Arsitektur Komputer. Yogyakarta: Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta
Bernard, M.L.,
Forsythe, C., & Goldstein, T.E. (2003). Cognitive System: Human Cognitive
Models in Systems Design. United Kingdom, UK: Taylor Francis Publishing
Reed, S.K. (2011). Kognisi: Teori dan Aplikasi. Jakarta:
Salemba Humanika
Simon, H.A. (1996). The Sciences of the Artificial.
London: The MIT Press
Dahria, M. (2008).
Kecerdasan Buatan (Artificial
Intelligence). JURNAL SAINTKOM Vol. 5, No. 2, Agustus 2008
